Virtues Blog Post

DARI KARYAWAN MENJADI PENGUSAHA? WHY NOT!

Menjadi karyawan memang banyak terdengar lebih mudah. Dengan gaji tiap bulan, dapat tunjangan tahunan dan memiliki jenjang karir yang pasti. Menjadi karyawan merupakan zona nyaman. Resiko akan minim dihadapi oleh seorang karyawan perusahaan kecuali PHK. Tidak ada yang salah dengan menjadi seorang karyawan. Ada banyak orang menghabiskan hidupnya dengan menjadi karyawan dan menjalani hari tua dengan menikmati dana pensiun jika PNS.

Tapi banyak juga kisah, karyawan yang resign dan mulai membuka bisnis mereka sendiri. Keluar dari zona nyaman menuju zona bebas terkadang rentang menimbulkan frustasi. Jadi dibutuhkan keberanian besar untuk mengambil langkah tersebut. Namun ternyata cukup banyak orang yang berani beralih menjadi pengusaha dan memulai bisnis mereka dari nol.

Salah satu alasan mengapa memilih bertransformasi dari karyawan menjadi pengusaha adalah mimpi mendapatkan kebebasan finansial. Ketika menjadi karyawan, anda hanya akan mendapat gaji bulanan dengan nominal yang sama dan dibatasi. Sedangkan dengan membuka bisnis sendiri peluang mendapatkan angka besar setiap bulan berada di depan mata. Itulah sebabnya banyak yang tergiur untuk menjadi pengusaha / enterpreneur. Berikut ini ada beberap poin yang harus disiapkan sebelum terjun menjadi seorang enterpreneur.

Menyiapkan niat dan mental

Syarat utama sebelum beralih menjadi enterpreneur adalah menyiapkan niat dan mental yang kuat. Keluar dari zona nyaman sebagai karyawan dibutuhkan mental kuat dan keberanian yang besar. Seorang pengusaha harus siap menerima segala resiko dalam fase jatuh bangun ketika menapaki usaha baru. Banyak pengusaha yang mengalami gulung tikar karena tidak bermental kuat dalam menghadapi fase ini.

Selain mental yang kuat, sebuah niat yang benar juga dibutuhkan oleh seorang pengusaha. Karena semua tindakan itu bermula dari sebuah niat. Jika niat untuk membuka usaha sendiri sudah bulat, jalan apapun akan ditempuh meski harus jatuh bangun dan berat.

Menyiapkan modal

Syarat mutlak sebelum memutuskan untuk beralih profesi menjadi seorang pengusaha adalah kepemilikan modal. Modal merupakan faktor penentu jalannya sebuah usaha. Sebelum resign dari perusahaan sebaiknya anda memastikan ada dana yang cukup dan relatif stabil untuk dijadikan modal usaha. Jika belum memiliki modal yang relatif stabil, anda dapat mencari investor dengan sistem bagi hasil.
Usahakan tidak meminjam rentenir yang memberikan bunga tinggi untuk. Karena bunga yang tinggi juga dapat memicu usaha anda tersendat.

Mengidentifikasi apa yang dapat dilakukan melalui bakat anda

Memulai usaha baru sebaiknya dijalankan dengan perasaan senang dan pastikan sudah anda kuasai kompetensinya. Salah satu caranya adalah dengan membuka usaha yang berhubungan dengan bakat atau minat anda. Sehingga ketika ada masalah di lain waktu, anda sudah siap menghadapinya karena sudah mengetahui akar permasalahan dan solusi yang terbaik.
Menjadi pengusaha artinya siap untuk mengembangkan diri seperti melakukan penilaian dan evaluasi diri secara berkala.

Mau terus belajar

Saat menjadi karyawan, anda sudah memiliki job deskripsi dan job spesifikasi yang sudah jelas. Sehingga apa yang anda kerjakan sudah diatur sedemikan rupa oleh perusahaan. Namun, ketika menjadi seorang pengusaha, anda harus belajar banyak hal baru. Terlebih ketika anda belum mendapatkan karyawan yang memang berkompeten.

Beberapa hal baru yang perlu anda pelajari terkait spreadsheet, cara mendapatkan investor, bagaimana memasarkan ide-ide.

Mulailah dari sekarang

Setelah beberapa poin di atas sanggup dipenuhi, maka langkah selanjutnya adalah memulai bisnis anda sekarang juga. Berani merealisasikan beberapa ide anda merupakan sifat yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha.

Itulah bebepa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan berhenti kerja dan menjadi usahawan. Tentukan target dengan matang dan detail agar bisnis anda berjalan dengan lancar. Yang terpenting adalah doa dan dukungan orang terdekat. Semoga bisnis anda menjadi sukses setelah membaca artikel ini.


Photo: Google

Related Articles