Virtues Blog Post

Lead with Emotional Intelligence

Banyak sekali pekerja yang masihh menghadapi stres terkait dengan masa pandemi Covid-19, perusahaan di seluruh dunia memprioritaskan kesehatan mendal dan kesejahteraan karyawan. Selain itu, banyak bisnis yang perlu memperluas dukungan untuk para pekerja selama masa yang menantang ini. Fokuslah terhadap kesejahteraan dan kepemimpinan yang berempati. Dalam memelihara dan memotivasi tim juga diperlukan tingkat kecerdasar emosional yang lebih tinggi.

Emotional Intelligence means being Vulnerable
Pemimpin bertanggung jawab untuk menciptakan budaya perusahaan yang otentik dan menjadi nyata. Itu berarti memandakan tentang betapa sulitnya hal-hal — terutama mengingat lingkungan saat ini. Bagikan kekhawatiran dan pemikiran pribadi Anda. Di saat-saat seperti ini, tim Anda perlu mendengar bagaimana Anda berada dalam perjalanan yang sama dengan mereka. Selain itu, pertimbangkan untuk menetapkan ekspektasi baru. Karyawan perlu memahami bahwa kita semua adalah manusia dan mengalami pengalaman yang sama bersama.

Emotional Intelligence means being Self-Aware
Inti dari kecerdasan emosional, kesadaran diri adalah area di mana para pemimpin biasanya menghabiskan paling sedikit waktu. Kita dapat bekerja secara efektif dengan orang lain ketika kita mengenal diri kita sendiri dengan baik. Salah satu latihan adalah meluangkan beberapa menit setiap pagi untuk menuliskan pikiran Anda sebelum memulai hari kerja. Berlatihlah untuk menyesuaikan perasaan Anda. Apakah Anda merasa cemas, khawatir atau marah? Anda tidak perlu melakukan tindakan apa pun. Perhatikan saja keadaan pikiran Anda. Kemudian selesaikan latihan yang sama di penghujung hari. Selain itu, cobalah untuk memahami bagaimana karyawan memandang Anda. Menilai kekuatan Anda dan di mana Anda perlu meningkatkannya. Anda dapat mencoba mengikuti Virtues Profiling Assessment untuk mengetahui lebih dalam kekuatan Anda dan apa yang perlu ditingkatkan. Ketika Anda menguasai kesadaran diri, Anda dapat mengamati emosi Anda daripada hanya bereaksi terhadapnya.

Emotional Intelligence means Practicing Empathy
Empati memiliki beberapa komponen. Ini mencakup kesadaran mental (membayangkan Anda adalah orang lain), komunikasi (apa yang Anda katakan dan bagaimana Anda mengatakannya), dan aspek fisik (mengamati nada dan gerak tubuh). Coba pertimbangkan semua ini saat Anda berinteraksi dengan tim Anda. Karyawan menginginkan manajer yang mengetahui dan peduli kepada mereka sebagai manusia, dan mereka ingin membicarakan tentang kehidupan di luar pekerjaan. Bahkan hanya dengan bertanya kepada tim Anda bantuan apa yang mereka butuhkan bisa sangat membantu dalam membuat mereka merasa didukung.

Emotional Intelligence means Communicating Effectively
Gagal berkomunikasi secara efektif di tempat kerja menyebabkan kebingungan di antara karyawan. Pemimpin yang memanfaatkan kecerdasan emosional memiliki kemampuan yang lebih besar untuk memengaruhi, membujuk, dan terhubung dengan orang lain. Komunikasi yang efektif dapat menghilangkan hambatan dan mendorong hubungan tempat kerja yang lebih kuat. Ketika karyawan memahami peran mereka dan bagaimana mereka berkontribusi pada keseluruhan misi, ada perasaan berarti dan pencapaian. Komunikasi yang efektif juga menghasilkan penyelarasan organisasi dan tujuan bersama.

Emotional Intelligence means being Self-Motivated
Motivasi diri berhubungan dengan dorongan internal. Individu yang cerdas secara emosional memahami makna yang lebih dalam dari tujuan mereka dan keterampilan motivasi diri yang diperlukan untuk mencapainya. Dalam buku Daniel Goleman, Emotional Intelligence, dia mengidentifikasi empat elemen yang membentuk motivasi: dorongan pribadi kita untuk berkembang, komitmen kita pada tujuan yang kita tetapkan untuk diri kita sendiri, kesiapan kita untuk bertindak atas peluang yang muncul, dan ketahanan kita. Persyaratan utama pemimpin adalah kemampuan memotivasi. Tetapi untuk memimpin dengan memberi contoh, Anda harus terlebih dahulu memotivasi diri sendiri. Setelah itu tercapai, Anda kemudian dapat bekerja untuk mendorong orang lain melalui seni kecerdasan emosional.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa yang membedakan pemimpin yang luar biasa dari yang rata-rata adalah kesadaran diri emosional dan pengendalian diri. Dengan memanfaatkan kekuatan kecerdasan emosional, Anda akan dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan karyawan, memperkuat kerja sama, dan meningkatkan kinerja. Bangkitlah untuk tantangan. Jadilah pemimpin yang penuh kasih yang dibutuhkan karyawan Anda, dan seluruh organisasi Anda akan menuai hasilnya.


Written by Caroline Carstrillon from Forbes.com
Edited by Rumaisha Medina
Picture from google.com

Related Articles